
MICORIN® adalah konsorsium jamur mikoriza arbuskular dan bakteri rizosfir/bakteri akar tanah untuk membantu akar tanaman meningkatkan penyerapan unsur hara dari dalam tanah.
Bahan aktif isolat mikoriza arbuskular dari genus Gigaspora, Acaulospora, Glomuspora dan lain-lain yang terkandung dalam Micorin adalah fungi indigenous asli Indonesia yang dikembangkan oleh para pakar yang kompeten dengan kandungan FMA (Fungi Mikoriza Arbuskular) minimum 2000 spora/10 g dan dilengkapi dengan Bacillus spp.
MICORIN® dilengkapi dengan bahan an-organik alami yang berfungsi sebagai soil stabilizer/ameliorant yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah dan memperbaiki agregasi tanah.
MICORIN® diformulasi dari bahan-bahan alami dan terbarukan yang terjamin dari segi kualitas, kontinuitas dan kelimpahannya sehingga dapat diproduksi dalam skala besar.
Keunggulan produk
Mikoriza arbuskular dalam MICORIN® mampu melepaskan unsur hara bagi tanaman terutama fosfor, nitrogen dan unsur hara mikro yang diperlukan oleh tanaman,
Bakteri akar tanah/rizobakter membantu memaksimalkan kinerja mikoriza arbuskular untuk masuk ke dalam pembuluh xylem akar tanaman dan menguasai wilayah tersebut dalam menyediakan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman. Rizobakter bermanfaat untuk menghasilkan hormon, enzim-enzim dan antibiotika sehingga melindungi tanaman dari serangan soil borne pathogen/jamur tular tanah.
Mekanisme kerja
- Diawali oleh kinerja rhizobacter (bakteri akar) yang berkoloni di sekitar permukaan akar yang halus (rizosfir). Mereka melindungi akar dari serangan jamur patogen/soil borne pathogen. Selama ada bakteri tersebut maka tidak ada peluang bagi patogen untuk hidup. Bakteri akar menjamin pertumbuhan tanaman yang sehat dan kesuburan tanah.
- Bakteri akar menghasilkan hormon pertumbuhan alami seperti auksin, giberelin dan sitokinin yang merangsang akar untuk tumbuh dan berkembang,
- Bakteri mampu melepas unsur hara dan menambahkannya setiap saat serta menghasilkan enzim-enzim yang mampu melepas unsur hara baik makro maupun mikro yang terikat dalam bahan organik.
- Bakteri dan jamur bermanfaat menciptakan akar tanaman tahan terhadap penyakit. Mereka melakukannya dengan cara memproduksi antibiotika yang bersifat toksik bagi patogen dan enzim kitinase. Mereka menguasai semua tempat dan ruang dan tidak memberi kesempatan bagi patogen untuk tumbuh dan berkembang (termasuk jenis bakteri jahat, jamur dan nematoda).
- Setelah sekitar zona perakaran dikuasai, mikoriza arbuskular masuk ke dalam pembuluh xylem akar tanaman serta membantu tanaman untuk meningkatkan penyerapan unsur hara yang diperlukan.
Dosis anjuran
Fase Tanaman Dosis
– Tanaman Perkebunan & Kehutanan
Pembibitan 40-80 g/pokok
Lubang Tanam 100-200 g/pokok
– Tanaman Semusim, Palawija & Hortikultura
Pembibitan 2-3 kg/1000 bibit
Penanaman 80-100 kg/ha
Petunjuk aplikasi
Untuk pembibitan: ditabur di dekat perakaran bibit. Untuk penanaman: ditaburkan di dalam lubang tanam. Produk agar diaduk terlebih dahulu sebelum di aplikasikan.
Kemasan & penyimpanan
Kemasan laminated paper craft netto 25 kg. Simpan produk pada tempat teduh, kering, sejuk, jangan kontak langsung dengan lantai dan terhindar dari hujan dan sinar matahari langsung. Kadaluarsa produk lihat pada kemasan.







